Home   News   (Bahasa) BELAJAR DARI SEMUT

(Bahasa) BELAJAR DARI SEMUT

cool semut 3Amsal 6: 6 berkata, “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak;…” Amsal ini sebenarnya berisi suatu sindiran. Umumnya kita disuruh belajar kepada orang-orang yang lebih pintar, ahli, ataupun pakarnya. Tetapi kali ini kita bukan disuruh belajar kepada mereka, melainkan kepada semut, hewan kecil yang sering kita jumpai. Kenapa demikian? Jika kita perhatikan perilaku mereka, kita akan tercengang sendiri. Mereka hewan kecil, namun mampu mengangkat benda yang (mungkin) berukuran beberapa kali lebih besar dari tubuh mereka. Amsal tersebut ada lanjutannya, yaitu: “… biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya, atau penguasanya, ia menyediakan roti di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.” Hebat bukan? Semut yang kecil, namun memiliki kerajinan yang sungguh luar biasa. Tidak ada yang mengaturnya, tidak ada yang menjelaskan bahwa mereka butuh makanan, dan sebagainya. Orang yang malas, haruslah belajar pada semut. Mereka rajin bekerja meski tidak ada yang mengaturnya. Mari koreksi diri kita masing-masing. “Apakah kita melakukan sesuatu hanya karena kita dilihat orang?” “Apakah kita rajin hanya karena ada orang yang mengatur kita, memimpin kita?” “Apakah kita akan tetap rajin dan tetap bekerja, ketika tidak ada orang lain yang melihat kita, atau ketika tidak ada orang yang mengatur kita?” Dalam buku ‘Extraordinary Success for Ordinary People’ tulisan Sandra Sembel dan Roy Sembel diuraikan tentang ‘kehebatan’ semut, selengkapnya sbb.: Alam sekitar kita menyediakan banyak pelajaran berharga yang siap kita petik. Kali ini kita akan belajar dari alam, khususnya dari semut.

1. Semut tak pernah berhenti karena rintangan.

Bila semut sedang berjalan ke suatu tujuan dan kita berusaha menghentikannya, mereka akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat, menyelinap ke bawah atau berputar ke samping rintangan. Yang pasti mereka tidak akan berhenti terhalang rintangan.

Pelajaran : Jangan berhenti mencari jalan untuk mencapai tujuan.

2.    Semut mengantisipasi musim dingin selama musim panas, semut

      mengumpulkan makanan untuk musim dingin.

Sewaktu kita menikmati nyamannya panas dan sinar matahari, kita tetap perlu waspada terhadap batu yang akan datang.

Pelajaran : Penting untuk berpikir realistis dan antisipasif

3.   Semut berpikir musim panas selama musim dingin.

Selama musim dingin, semut tetap ingat bahwa musim dingin tidak berlangsung selamanya. Tak lama lagi cuaca akan berubah. Begitu hari terasa hangat, semut segera keluar menikmatinya. Kalau cuaca kembali dingin, mereka kembali berlindung, namun segera keluar lagi jika cuaca membaik.

Pelajaran : Tetap berpikir positif dalam situasi apapun

4. Semut mengumpulkan sebanyak mungkin selama musim panas, semut bekerja semaksimal mungkin mengumpulkan makanan untuk musim dingin.

Pelajaran : Berusahalah semaksimal mungkin dengan sepenuh hati. Give your best!

Mari belajar dari semut :

  1. Tak kenal menyerah
  2. Berpikir realistis dan antisipasif
  3. Tetap semangat dan berpikir positif
  4. Berusaha sepenuh hati dan semaksimal mungkin

Kalau semut saja bisa, apalagi kita manusia, mustinya lebih bisa dibandingkan semut. Demikian juga harapan bapak/ibu guru terhadap anak-anak semua. Mari kita belajar kepada semut, agar kita bisa menjadi bijak … (And.Sw.)

 
    Calendar icon November 29, 2013 Category icon News

Share